Resensi Novel The Maze Runner Karya James Dashner


Identitas buku

Judul Buku         : The Maze Runner 

Pengarang         : James Dashner

Penerjemah       : Yunita Candra 

Penerbit             : Mizan Fantasi

Tahun Terbit      : 2009 

Tebal Halaman : 478 Halaman 

ISBN                   : 9789794338483


The Maze Runner berkisah tentang sekelompok remaja yang berupaya memecahkan jalan keluar dari perangkap labirin raksasa.

Kisahnya bermula ketika seorang remaja laki-laki bernama Thomas terbangun dan mendapati dirinya berada di sebuah lapangan berdinding batu tinggi. Thomas terbangun tanpa ingatan apapun kecuali namanya. Thomas tiba di sebuah tempat yang disebut Glade dan bertemu dengan para Glader. Glader adalah sekelompok remaja yang bernasib sama seperti Thomas, bertahun-tahun terperangkap di dalam Glade. Satu-satunya jalan keluar dari Glade adalah melalui labirin raksasa. Sayangnya, labirin ini tidak mudah dilalui karena begitu luas dan dijaga oleh monster bernama Griever.

Alby yang merupakan pemimpin para Glader menjelaskan pada Thomas beberapa peraturan selama berada di Glade. Kecuali para Runner, tidak ada yang boleh memasuki labirin mengingat kondisinya sangat berbahaya. Kelompok Runner dipimpin Minho yang telah tiga tahun mengelilingi labirin namun hasilnya masih nihil. 

Sejak kedatangan Thomas di Glade, beberapa konflik dan peristiwa terjadi. Thomas juga menunjukan ketertarikan untuk menjadi Runner, tapi Alby mencegahnya. Namun, saat Alby dan beberapa teman diserang Griever, Thomas bersama Minho akhirnya memutuskan untuk berjuang sebagai Runner demi menguak misteri di dalam labirin. Sehari selang Thomas dibawa ke Glade, seorang gadis dikirim dan membawa pesan bahwa dirinya adalah "yang terakhir dari yang pernah ada". Untuk pertama kalinya, ada seorang gadis (Teresa) yang dikirim ke Glade. Di satu sisi, mereka merasa senang, namun rasa bingung pun muncul dipikiran para Gladers. Melihat Teresa, Thomas merasa seperti tidak asing lagi baginya. Hingga pada akhirnya Teresa tersadar dari koma dan menemukan Thomas. Lalu keduanya berbicara satu sama lain dan menyadari bahwa mereka saling terhubung secara dekat dan mulai mengingat kehidupan mereka sebelumnya.

Setiap hari para runners harus berlari, menyusuri lorong maze yang berkelok-kelok di luar dinding Glade, tempat mereka tinggal, hingga senja tiba. Dan, ketika kegelapan turun, para pelari harus sudah ada di dalam Glade. Ya, pada saat itulah Griever, monster buas dan ganas, tak segan menerkam siapa aja yang masih berkeliaran di dalam maze. 

Mereka bukan sekedar berlari. Itu cara mereka bertahan hidup. Dengan berlari mereka berharap menemukan jalan keluar dari tempat terkutuk itu. Keluar untuk kembali pulang menjumpai keluarga mereka. Namun, lintasan maze selalu berubah-ubah dari hari ke hari. Rasanya, mustahil bida keluar dari tempat itu.

Suatu hari pintu batu pelindung mereka tak lagi turun menutup. Griever-griever itu bisa menyeruduk masuk kapan saja. Setiap hari, satu anak dibawa pergi dan lenyap. Satu-satunya jalan adalah bergegas keluar dari tempat itu.

Tak mudah memang, mereka akhirnya berhasil menuju tempat yang disebut Hole, tempat awal para Griever muncul dan situ mereka berusaha keluar dengan Teresa memasukan kode, sementara Thomas, Chuck, Minho, dan Newt menahan serangan Griever. Hingga akhir, mereka Gladers yang tersisa berhasil untuk keluar dari labirin tersebut dan mereka ditolong sekelompok orang yang tidak dikenal.

Kelebihannya yaitu Buku ini mengandung fiksi-fiksi ilmiah yang mencengangkan. Meskipun fiksi, namun teknologi dan ilmu pengetahuan dalam buku ini masuk akal, jadi membuat kita berpikir bahwa kejadian yang diceritakan dalam buku ini seperti kenyataan, tahu bagaimana membuat pembaca gemas, penasaran, dan emosi yang berlebihan, dan tidak ragu "membunuh" karakter yang disukai pembaca, yang jelas bukan kematian sia-sia.

Namun, kekurangannya menurut saya setiap babnya tidak terdapat judul, dan dikarenakan penerjemahan dari bahasa Inggris, banyak kata-kata yang tidak sesuai. 


Komentar